Buku

Buku A Circle Dawn

Latar Belakang Penulisan Buku

Buku ini lahir dari sebuah titik balik personal yang membawa penulis bersinggungan langsung dengan realitas sosial di masyarakat. Berawal dari pengalaman menghadapi proses perpisahan di Pengadilan Agama tak lama setelah pernikahan, penulis menyaksikan sendiri bagaimana ruang tunggu dipenuhi oleh individu-individu yang sedang menghadapi keretakan rumah tangga yang serupa, bahkan jauh lebih kompleks. Fenomena nyata tersebut memicu rasa ingin tahu yang mendalam secara akademis, yang kemudian mendorong penulis untuk melakukan riset data makro melalui Badan Pusat Statistik (BPS) per 1 April 2026. Dari pengolahan data tersebut, ditemukan fakta mengejutkan bahwa angka pernikahan nasional cenderung menurun, sementara angka perceraian tetap stagnan dan bahkan sempat menunjukkan tren peningkatan, dengan faktor utama berupa perselisihan berlarut, tekanan ekonomi, dan penelantaran salah satu pihak. Buku A Circle Dawn ditulis sebagai bentuk penanganan pertama (first aid) emosional untuk mengurai luka pribadi, sekaligus menjadi sebuah studi kasus nyata yang memetakan rapuhnya institusi pernikahan di era modern.

Tujuan Penulisan Buku

Melalui naskah ini, penulis berkomitmen untuk mengubah rasa sakit dan kegagalan masa lalu menjadi sebuah ruang pembelajaran kolektif. A Circle Dawn ditulis dengan tujuan utama mengevaluasi pondasi hubungan dan kesiapan mental yang dibutuhkan untuk membangun rumah tangga yang kokoh di masa depan, agar terhindar dari peta risiko yang kerap meruntuhkan komitmen pernikahan. Penulis berharap seluruh catatan, analisis, dan refleksi yang dibagikan dalam karya ini dapat menjadi pedoman praktis yang bermanfaat bagi para pembaca—khususnya generasi muda—dalam memahami dinamika hubungan, mengenali tanda-tanda keretakan sejak dini, dan membangun benteng emosional yang sehat demi mewujudkan keluarga yang harmonis dan tangguh.

Disarankan menggunakan tampilan situs desktop untuk melihat data grafik di bawah ini.